Minggu, 20 Januari 2013

SELF COACHING


TUGAS AGAMA
tentang
RINGKASAN BUKU MOTIVASI
“SELF COACHING”


OLEH
KHAIRIYATUL ISRA / 125010637

DOSEN PEMBIMBING : WEDRIZON,S.Hi




JURUSAN KEPERAWATAN GIGI BUKITTINGGI
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat  Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir tentang “RINGKASAN BUKU SELF COACHING” ini tanpa ada rintangan.
            Shalawat beserta salam tidak lupa pula penulis ucapkan kepada peranan tauladan kita yakni Nabi Muhammad SAW yang telah membangun pondasi, dinding atau atap islam sehingga menjadi agama yang kokoh yang tiada duanya.
            Tidak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kelancaran dalam penyusunan tugas akhir ini.
            Dalam penulisan tugas akhir ini, pembaca pasti banyak menemukan berbagai kekurangan, oleh sebab itu penulis berharap agar pembaca dapat memberikan kritikan dan saran yang membangun agar bisa menjadikan tugas akhir ini sempurna dan agar menjadi amal shaleh di hadapan Allah.
            Terakhir penulis berharap semoga makalah ini berguna dan membantu kita untuk berkeinginan dalam membaca agar membangun bangsa Indonesia. Terima kasih.

                                                                                                Bukittinggi, Desember 2012
                                                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penulis




BAHAGIA DAN SUKSES
Mayoritas orang menyatakan sukses dulu baru bahagia. Hanya sebagian kecil yang memilih bahagia dulu baru sukses.
SUKSES DULU BARU BAHAGIA
“Sukses adalah mendapatkan apa yang Anda inginkan; Kebahagiaan adalah keinginan yang Anda dapatkan” . Pendapat ini membenarkan bahwa untuk sukses seolah kita mesti mendapatkan apa yang kita inginkan. Keinginan tadi umunya bersifat materi, seperti punya rumah, mobil, punya pasangan ideal, penghasilan tinggi, dan yang lainnya. Kalau belum mendapatkan keinginan tersebut, kita berarti belum dapat dikatakan sukses.
Sukses dianggap sebagai jembatan emas untuk menikmati hidup bahagia. Itulah sebabnya, untuk mencapai kebahagiaan, sebagian besar orang berjuang keras untuk mencapai sukses. Sebagian orang rela mengorbankan harga diri, kesehatan, meninggalkan keluarga, dan melanggar larangan agama  untuk mendapatkan kesuksesan. Dengan kesuksesan itu mereka berharap dapat menikmati hidup bahagia.
Inilah kondisi Mindset kebanyakan orang tentang kebahagiaan. Kebahagiaan menjadi tujuan. Agar berbahagia mesti sukses dulu. Lalu, kapan kita bisa berbahagia dalam hidup ini, kalau keinginan kita belum terwujud ?
SUKSES = BERBAHAGIA
Pendapat yang menyatakan “sukses sama dengan bahagia” ini menekankan bahwa sukses dan bahagia seperti dua sisi mata uang. Sukses sama dengan bahagia. Ketika kita sukses berarti kita juga merasa bahagia, meskipun belum tentu setiap orang yang sukses otomatis merasa bahagia. Apalagi kalau kesuksesan tersebut diperoleh dengan cara yang tidak benar. Orang yang sukses mendapatkan keinginan punya rumah baru tetapi ibeli dari uang hasil korupsi, mungkin bisa berbahagia, tetapi kebahagiaan yang dirasakan bersifat semu.
Kebahagiaan semu timbul dari kesuksesan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar, seperti melanggar norma susila, hukum, dan agama. Pada akhirnya “kesuksesan” tersebut justru menjadi sumber penderitaan bagi dirinya sendiri di dunia dan di akhirat.
Hukum alam berlaku pada siapa pun. Segala sesuatu yang diperoleh dengan cara yang tidak benar pasti mendapatkan hukuman yang setimpal.
Pendapat “sukses sama engan bahagia” ini juga tidak sepenuhnya benar, karena kalau kita percaya bahwa sukses juga berarti bahagia, maka untuk bahagia kita mesti sukses lebih dahulu. Itu berarti kita tidak bisa berbahagia sebelum mendapatkan kesuksesan. Lalu, kapan kita menikmati kebahagiaan kalau kita belum sukses ?
BAHAGIA DULU BARU SUKSES
Banyak orang tertipu. Mereka berjuang meraih sukses agar bahagia. Padahal, kesuksesan tidak menjamin seseorang mendapatkan kebahagiaan. Sebaliknya, kebahagiaanlah yang sesungguhnya membuat kita meraih kesuksesan.
Kita perlu mengubah pendekatan dengan memutuskan untuk berbahagia dulu baru sukses. Merasa bahagia dengan keadaan kita sekarang sehingga dalam beraktivitas, bekerja, dan berkarya, kita akan lebih mudah meraih sukses.
Kita tidak perlu menunggu sukses dulu, dengan mendapatkan semua keinginan, baru  merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak berada di luar diri kita. Kebahagiaan tidak perlu dicari di luar diri kita. Kebahagiaan (bahagia) itu adalah perasaan yang sudah ada di dalam diri setiap orang. Perasaan bahagia ini kita perlukan sebagai modal awal untuk meraih sukses-sukses kecil,dan  kemudian sukses lain yang lebih besar. Walaupun sesungguhnya, untuk menikmati kebahagiaan kita tidak perlu meraih kesuksesan terlebih dahulu.
Apapun yang terjadi, kita sebaiknya memutuskan untuk berbahagia lebih dulu. Dengan berbahagia, kita justru akan lebih mudah meraih sukses dan segala sesuatu yang lebih bernilai di kemudian hari.
HIDUP SEJAHTERA YANG BERKAH
Panduan setiap orang dalam mencari harta kekayaan, yang disimbolkan dengan uang, hendaknya tetap berpedoman pada norma yang berlaku seperti norma agama, sosial, maupun hukum. Tujuan orang bekerja umumnya ingin mendapat imbalan uang. Dengan uang seorang bisa memiliki harta apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan. Pada hakikatnya, tak ada seorang pun di dunia ini yang mau bekerja tanpa dibayar, walaupun bentuk pembayaran tidak selalu berupa uang atau materi.
Uang bisa menjadi salah satu motivasi yang kuat bagi seseorang. Tak peduli hujan atau panas, tak peduli macet atau banjir, seseorang harus bekerja mendapatkan uang. Dengan uang itu, kebutuhan hidup dapat dipenuhi, seperti kebutuhan makan, tempat tinggal, pakaian, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Intinya, kehidupan yang sejahtera lebih mudah diwujudkan dengan memiliki uang yang cukup. Uang bisa membuat segalanya menjadi mudah, walaupun uang bukanlah segala-galanya. Faktanya, tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Perasaan cinta, kebahagiaan, persaudaraan, ataupun nilai-nilai yang lain adalah contoh yang tidak bisa dibeli dengan uang.
BAHAYANYA ORIENTASI MATERI
Secara pribadi, kita pun memiliki sasaran-sasaran yang ujung-ujungnya adalah uang. Motivasi semacam itu sering kali efektif untuk memotivasi agar produktivitas kerja kita meningkat.
Orang yang menjadikan uang sebagai tujuan utama cenderung mudah tergelincir melanggar peraturan, hukum, dan norma lainnya. Orang yang gila harta, tujuan hidupnya hanya untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Ia bekerja pagi, siang, dan malam tanpa mengenal lelah, bekerja, bekerja, dan bekerja, demi tercapainya target. Dirinya sendiripun sering kali kurang mendapat perhatian. Kewajiban kepada Tuhan terabaikan, sarapan tidak sempat, istirahat kurang, makan menjadi tidak teratur dan tidak terkontrol, tidak ada waktu bersosialisasi di lingkungan masyarakat, bahkan bertemu dengan keluarga pun waktunya sangat terbatas. Jika demikian, kekayaan berupa uang, harta benda, dan jabatan tinggi yang sudah digenggam, tidak akan membawa berkah.
Lalu, apa gunanya uang yang dikumpulkan selama ini kalau setelah diperoleh hanya dibuang untuk biaya perawatan kesehatan, menguap sia-sia, dan tidak dapat dinikmati. Bahkan hidup tidak menjadi lebih baik tapi lebih buruk dalam perspektif spiritual.
ORIENTASI SPIRITUAL
Uang bukanlah satu-satunya sumber motivasi. Banyak sumber motivasi lain yang bisa digunakan untuk mendongkrak produktivitas kita.
Orang yang berorientasi pada materi, apabila tidak memperoleh materi yang diinginkannya, semangatnya pun akan turun dan akhirnya tidak lagi termotivasi. Sedangkan orang yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual, motivasinya cenderungnya lebih konsisten. Ia bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan uang . uang hanya diposisikan sebagai konsekuensi logis atau hak yang diterima sesuai dengan nilai kontribusi yang telah diberikan. Uang juga dipandang sebagai ukuran tingkat kompetensi yang dimilikinya.
Kesejahteraan tidak tergantung pada materi yang dimiliki, tetapi tergantung bagaimana seseorang menyadarkan hidupnya kepada Tuhan. Kesejahteraan itu dapat dirasakan dengan banyak bersyukur kepada Tuhan.
HIDUP ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIRKAN
“Apa yang Anda bayangkan dalam pikiran cenderung menjadi kenyataan”. Pikiran itu identik dengan kesadaran, dan atas dasar kesadaran itulah kita menjalani hidup. Seseorang yang tidak sadar pada hakikatnya sama seperti orang yang telah meninggal.
Kita menjalani hidup ini dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tidakan. Pikiran berhubungan dengan perasaan dan tubuh. Sedangkan gerak tubuh mencerminkan tindakan. Semua yang kita lakukan dan hasilkan berawal dari pikiran.
PROSES BERPIKIR
Proses berpikir dimulai dengan adanya ransangan dari luar yang masuk ke pancaindra dan diterima oleh pikiran. Ransangan yang masuk ke pikiran disaring dan dicocokkan dengan metaprogram dan historical file. Metaprogram adalah program tak terlihat dalam pikiran yang di antaranya meliputi kepercayaan, nilai-nilai, dan presepsi. Historical file merupakan pengalaman di masa lalu dalam berbagai bentuknya yang terekam dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar.
Dalam mengelola informasi atau ransangan, pikiran juga dipengaruhi oleh aspek fisiologis seperti posisi dan gerak tubuh. Dan hasil pengolahan informasi itulah kemudian muncul respons seperti ide, perasaan, dan sikap yang terwujud dalam bentuk tindakan. Respons yang terbaik, Anda sendiri yang paling tau.
DUALISME PIKIRAN
Manusia memiliki satu pikiran yang mengandung 2 dimensi, yaitu pikiran sadar yang berfungsi untuk menangkap, menganalisis, dan menyimpulkan suatu informasi yang nantinya menjadi perintah bagi pikiran bawah sadar. Sedangkan pikiran bawah sadar merupakan suatu sistem operasi dalam tubuh manusia, baik yang bersifat mental maupun organibiologis.
informasi yang baik akan menghasilkan respons yang baik. Sebaliknya informasi yang buruk akan menghasilkan respons yang buruk pula. Perhatikan 2 perbedaan mencolok antara preman dengan ustad. Seorang preman kehidupan sehari-harinya membiarkan informasi yang masuk ke dalam pikiran sadar, dan semakin lama informasi itu diterima oleh pikiran bawah sadar sehingga menjadi sebuah keyakinan, nilai-nilai, dan identitas dirinya. Perilaku sang preman tentu lebih banyak bersifat tidak baik atau buruk. Lain halnyadengan ustad, sehari-hari kegiatannya membaca kitab suci, buku agama, berdakwah. Wajar kalau kemudian ucapan, sikap, dan tindakannya mencerminkan kebaikan.
Intinya, bagaimana kita menjalani hidup ini sangat dipengaruhi oleh apa yang kita masukkan ke dalam pikiran kita dengan informasi yang baik. Karena itu, isilah pikiran kita dengan informasi yang baik, maka ucapan, sikap, dan tindakan kita pun akan memancarkan kebaikan. Pada gilirannya, kehidupan yang baik pasti dapat diwujudkan.
MEMAKNAI HIDUP
Setiap orang sering kali berpikir mengapa hidup ini selalu saja ada masalah . masalah yang satu selesai, timbul masalah lagi, bahkan masalah yang sama pun muncul lagi . ternyata sebagian orang tersebut mendefinisikan hidupnya dengan menulis “Hidup adalah rangkaian mengatasi masalah.” Jadi, dengan definisi seperti itu wajarlah kalau ia sering menghadapi masalah.
Mendefinisikan arti hidup umumnya menggambarkan tentang kehidupan yang kita jalani. Jika kita ingin mengubah bagaimana kita menjalani hidup ini, maka mulailah dengan mengubah apa arti hidup itu menurut kita.
Apapun definisi kita, tidak ada yang salah atau benar, karena itulah gambaran hidup kita selama ini. Bagaimana kita menjalani hidup ini tercermin pada definisi yang kita tulis. Jika kita mendefinisikan “hidup adalah perjuangan”, sepanjang hidup kita akan merasa berjuang terus. Kalau kita menikmati perjuangan itu, tidak masalah. Tetapi, kalau perjuangan itu menjadi beban sehingga kita tidak bisa menikmati hidup ini, sebaiknya definisi tersebut diubah.
REDEFINISI ARTI HIDUP
Hidup adalah anugrah Allah yang mesti kita syukuri
Hidup adalah sesuatu yang berharga
Hidup akan terasa lebih nikmat. Bagaimanapun keadaan kita sekarang, tetaplah bersyukur kepada Allah, meskipun kita kurang beruntung karena menjalani hidup yang sederhana. Barangkali kita juga sudah lama berjuang keras untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, namun belum berhasil, bahkan sedang menghadapi masalah berat dan belum terselesaikan.
Tetaplah bersyukur kepada Allah. Syukur adalah kunci pembuka pintu pertumbuhan diri dalam segala aspek kehidupan, baik intelektual, sosial, ekonomi, dan spiritual. Banyak sekali anugrah Allah yang dapat kita nikmati. Satu diantaranya adalah hidup. Selama roh kita masih melekat di jasad, kita punya banyak peluang untuk memperbaiki keadaan.
Apapun yang terjadi pasti di dalamnya terdapat maksud baik. Kita harus mampu menemukan maksud baik itu di balik kejadian yang tidak kita inginkan. Dengan cara itu, kita akan lebih mudah menerima kenyataan bagaimanapun pahitnya.
Cara yang sederhana untuk mengubah kehidupan kita adalah dengan menulis kembali makna hidup seperti yang kita inginkan. Yang kita tulis adalah cermin pikiran bawah sadar yang menjadi blue print hidup kita. Dengan menulis arti hidup yang baru, berarti kita mendidik pikiran bawah sadar untuk mewujudkan “model” kehidupan baru yang kita inginkan. Melalui proses menulis itu kita sesungguhnya sedang memberi perintah kepada pikiran bawah sadar.  Selanjutnya, apabila perintah tadi sudah diterima oleh pikiran bawah sadar, sikap dan tindakan kita pun akan menjadi berorientasi pada terwujudnya kehidupan yang kita lewati.
Keinginan itu harus tunduk kepada kehendak Tuhan. Karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepadaTuhan dngan ikhlas. Selama kita konsisten pada jalur pengabdian kepada Sang Khalik, Dia pasti menjamin kita dengan memberikan kehidupan yang baik.     
SEKARANG ANDA SUDAH KAYA
Sesungguhnya setiap orang memiliki aset yang jika dinilai dengan rupiah tak terhitung jumlahnya. Dengan aset pribadi yang dimiliki saat ini, setiap orang layak mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.  Sayangnya, sebagian besar orang belum menyadari fakta ini dan akhirnya aset yang besar itu cenderung diabaikan begitu saja.
Semua yang kita capai dan kita miliki menjadi tidak bernilai di dunia ini kalau kita tidak hidup. Hanya karya, yang dalam bahasa agama disebut amal ibadah, kitalah yang bisa menjadi teman dalam kehidupan setelah kematian. Bagaimana pun keadaannya, sepanjang kita masih hidup, kita wajib bersyukur kepada Tuhan. Karena hidup adalah bagian dari anugerah kekayaan yang tak ternilai bagi kita.
Jadi, rasanya tidak ada alasan lagi untuk merasa berkecil hati, tidak percaya diri, merasa kurang beruntung, stres, dan sebagainya. Fakta membuktikan bahwa banyak potensidalam diri kita. Semua potensi itu merupakan aset yang nilai ekonomisnya bukan sekadar jutaan rupiah, miliaran rupiah, bahkan bisa tak terhingga nilainya, tergantung kita memaknainya.
TUBUH YANG SEHAT DAN KESEMPATAN
Kekayaan kedua kita adalah kesehatan dan kesempatan. Tak seorang pun yang membatah bahwa biaya perawatan di rumah sakit saat ini tergolong tinggi. Jika kita sakit dan dirawat di rumah sakit. Semua yang ada di dalam diri kita sungguh tak bernilai harganya.
Coba bayangkan kalau fungsi otak kita diambil oleh Tuhan. Mungkin karena suatu kecelakaan kita mengalami kerusakan di bagian otak sehingga otak itu tidak lagi berfungsi secara normal. Apa yang terjadi ? mungkin saraf-saraf tubuh kita rusak dan kemudian mengakibatkan bagian-bagian tubuh kita menjadi tidak berfungsi dengan baik. Hidup kita pun menjadi tidak berguna seperti yang kita inginkan. Artinya, berapa nilai otak kita? Tentu kita setuju kalau dikatakan bahwa nilai otak kita sungguh luar biasa. Tak seorang pun yang berakal sehat mau ditukar otaknya dengan apapun di dunia ini.
Jika tubuh sehat, banyak kesempatan terbuka bagi kita untuk melakukan apa pun yang kita inginkan. Kesempatan mencari nafkah untuk keluarga. Kesempatan untuk belajar meningkatkan keahlian dan kompetensi. Kesempatan menyiapkan bekal di akhirat  melalui prestasi ibadah. Kesempatan untuk bercinta dengan kekasih. Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kesempatan menikmati hobi, dan masih banyak kesempatan lain.
MENTAL DAN SPIRITUAL
Kalau aspek fisik dalam organ tubuh yang kelihatan saja begitu tinggi nilainya, apalagi yang tidak tampak, seperti pikiran, perasaan, dan kesadaran spiritual. Banyak hal yang tidak tampak oleh mata tetapi perannya sangat besar dalam hidup kita. Sayangnya, karena hal-hal yang tidak tampak itu menjadi bagian dari hidup kita, yang sudah biasa kita alami, kita pun cenderung kurang memperhatikannya. Padahal, segala sesuatu yang tidak tampak itu boleh jadi kekuatannya justru sangat dahsyat.
Percaya akan keberadaan Tuhan, kehadiran Tuhan dalam hidup kita dan di alam ini sungguh mutlak dan penentu segala-galanya.  Banyak pakar di bidang pengembangan diri mengungkapkan betapa pikiran memiliki kekuatan yang besar. Salah satu Kekuatan pikiran adalah kekuatan daya tarik. Jika kita memiliki suatu ide maka ide itu akan menarik segala sesuatu yang sesuai dengan ide tersebut.
Perasaan adalah sesuatu yang tak kelihatan (intangible) , tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat. Pikiran dan perasaan yang dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan untuk meraih banyak hal yang kita inginkan. Sebaliknya, apabila kita tidak mengelola dengan baik pikiran dan perasaan kita, otomatis kita pun akan mudah dikendalikan oleh pikiran dan perasaan yang mungkin justru dapat merugikan kita sendiri.
Aspek lain yang tidak dapat diremehkan adalah aspek spiritual dalam diri kita. Kesadaran kita untuk memaknai apa yang kita miliki, kita lakukan, dan apa yang ada di lingkungan, ikut menentukan apakah kita dapat menikmati hidup ini atau tidak. Secara faktual, motivasi yang memiliki kekuatan sangat besar untuk mengubah hidup kita adalah motivasi yang bersumber dari nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai spiritual bisa bersumber dari manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai spiritual memang tidak selalu berhubungan dengan agama. Tetapi, nilai-nilai spiritual yang dapat menjamin hidup kita menjadi lebih baik dan berbahagia adalah nilai-nilai spiritual yang dikaitkan dengan keberadaan Tuhan.  
Pikiran, perasaan, dan spiritualitas merupakan aset potensial yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan level kehidupan kita menjadi lebih baik. Semua tergantung pada kita masing-masing. Mau atau tidak, bisa atau tidak, menggunakan semua aset itu untuk beranjak dari keadaan yang lebih baik lagi.
PENGALAMAN DAN JARINGAN SOSIAL
Perjalanan hidup dengan aneka bentuk pengalaman maupun hubungan sosial sesungguhnya juga bagian dari kekayaan yang dapat dijadikan modal untuk meraih masa depan gemilang.
“Pengalaman adalah guru yang paling baik”. Pengalaman hidup bertahun-tahun sesungguhnya merupakan tabungan yang bernilai tinggi. Tabungan itu bisa berupa pengetahuan, keterampilan, maupun teman.
Tabungan yang bersumber dari pengalaman itu dapat menjadi petunjuk serta modal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Kabar bainya, kita pun bisa belajar dari pengalaman orang lain, entah itu teman, atasan, maupun keluarga kita. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, kita bisa mempersingkat waktu karna tidak perlu mengalami sendiri dalam kurun waktu yang panjang. Bahkan, kita pun bisa menghemat energi dan usia kita untuk hal-hal yang lebih penting.
Secara spesifik, perlu kita tekankan bahwa pentingnya modal sosial atau jaringan sosial bagi kita. Intinya, untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memperbaiki kondisi ekonomi, kita membutuhkan modal sosial yaitu, pertama, jaringan sosial berupa nama-nama yang telah kita kenal. Kedua, kemampuan kita mengembangkan jaringan  sosial tersebut. Jika kita mampu meningkatkan dan memberdayakan secara efektif modal sosial yang menjadi bagian kekayaan kita, keberhasilan tinggal menunggu waktu saja.
ANDA LAYAK MENDAPATKAN YANG TERBAIK
Fakta-fakta yang ada di dalam diri maupun di sekitar kita menunjukkan bahwa sesungguhnya setiap orang dan kita semua adalah orang kaya. jika masih merasa berat hati menerima pernyataan di atas, mungkin kita lebih setuju dengan pernyataan : setiap orang berpotensi menjadi orang kaya.
Dengan segala potensi yang kita miliki, sungguh kita layak dan sangat layak menjadi orang hebat dan memiliki level kesejahteraan yang baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Untuk mewujudkannya, memang tidak semudah membalikkan tangan, tetapi diperlukan usaha, waktu, kemampuan, dan kerja keras.
Itu juga berarti tidak alasan bagi kita untuk merasa tidak punya modal, tidak punya bakat, bahkan tidak boleh ada perasaan sedikit pun dalam diri kita bahwa kita tidak layak mendapatkan kehidupan yang baik. Kita punya hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang baik bagi diri maupun keluarga. Ingat, kita semua orang kaya, setidaknya berpotensi menjadi orang kaya, layak mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.
Mulai sekarang, kita perlu mengganti citra diri yang sebelumnya negatif dan tidak mendukung, dengan citra diri baru yang positif. Citra diri sebagai orang yang layak, sejahtera, dan bahagia. Dengan kata lain, kita harus memandang diri kita sendiri sebagai orang yang memiliki kemampuan menjadi orang yang hidup bahagia, orang sukses, dan orang yang hidup sejahtera. Tidak boleh ada lagi pikiran, perasaan, dan pandangan negatif terhadap diri sendiri.
Singkatnya, kita harus berdamai dengan diri sendiri dulu. Kita harus memaafkan diri kita sendiri yang selama ini telah memandang diri sendiri secara negatif. Juga, memaafkan orang lain yang selama ini telah meremehkan kita. Lupakan semua pengalaman negatif di masa lalu.
Sekarang saatnya kita menyadari bahwa diri kita adalah orang berpotensi untuk menjadi orang sukses, kaya, dan terhormat. Anda layak mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini termasuk kekayaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Kekayaan yang sesungguhnya bukanlah kaya harta tetapi kaya hati.
KUNCINYA PADA MINDSET
Kebebasan memilih jalan hidup telah diberikan Allah kepada setiap manusia. Mau memiliki apa atau mau menjadi siapa, semua diserahkan sepenuhnya kepada kita. Semua potensi dan sumber daya juga telah diberikan oleh Allah kepada semua hamba-Nya. Lalu, mengapa ada yang berhasil mewujudkan impiannya, tetapi banyak pula yang gagal ?
Apa yang membedakan orang yang satu dengan yang lainnya, orang yang berhasil dan orang yang gagal. Perbedaan itu intinya terletak pada mindset. Mindset pada hakikatnya adalah kepercayaan. Kepercayaan dimulai dari hal-hal yang dianggap benar oleh pikiran sadar dan kemudian diterima oleh pikiran bawah sadar. Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar adalah satu pikiran, meskipun fungsinya berbeda. Pikiran merupakan satu kesatuan sistem organisme dalam tubuh kita yang saling memengaruhi.
Mindset itu tercermin dalam cara berpikir, cara berperasaan, cara berkehendak, cara berbicara, cara bersikap, dan cara bertindak. Gabungan semua itulah yang memengaruhi hasil yang kita capai dan menjadi siapa diri kita.
CARA BERPIKIR
Untuk mengubah hasil yang dicapai, kita bisa melakukannya dengan mengubah respons kita terhadap suatu peristiwa atau objek.  Apapun yang kita capai sekarang merupakan hasil mindset kita di masa lalu. Tepatnya, hasil dari respons-respons pikiran kita terhadap berbagai peristiwa di masa lalu. Respons kita terhadap pekerjaan, belajar, tanggung jawab, kewajiban, amanah, kepercayaan orang lain, kesulitan, kegagalan, dan segala macam pengalaman yang terjadi di masa lalu.
Ubahlah respons. Respons yang berbeda akan menghasilkan outcome yang berbeda. Yang perlu diingat, semua peristiwa bersifat netral. Yang menentukan hasilnya nanti adalah respons yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut. Jadi, bukan peristiwa itu sendiri. Peristiwa sama, respons sama , hasilnya juga sama. Peristiwa sama, respons beda, hasilnya akan berbeda.
Bagaimanapun keadaan kita sekarang, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya. Berikanlah respons yang positif, kemudian sukses, sejahtera, dan bahagia pasti bisa kita raih.
CARA BERPERASAAN
Selain cara berpikir, cara mengelola perasaan sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. dokter yang suka merokok banyak kita jumpai di masyarakat. Walaupun sang dokter paham bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan, tetapi tetap saja ia merokok. Mengapa? Karena ia mendapatkan kenikmatan tertentu ketika merokok. Akibatnya, karena mengelola perasaan dengan tidak tepat, ia akan membayar dengan harga mahal berupa sakit jantung. Berbeda ketika dia menghendaki mendapat kenikmatan yang sama dengan kegiatan yang berbeda dan bukan merokok, maka risiko sakit jantung yang disebabkan rokok bisa dihindari.
Cara berperasaan yang salah dapat terlihat pada kasus seorang tukang becak yang ditemukan meninggal gantung diri karena stres. Ia tidak kuat menanggung beban hidup. Tiap hari ia dimarahi istrinya karena penghasilannya dari menarik becak per hari hanya sekitar Rp. 15 ribu sehingga tidak cukup untuk biaya sekolah anak dan biaya hidup sehari-hari.
CARA BERKEHENDAK
Kehendak adalah kemauan yang kuat untuk mendapat atau melakukan sesuatu. Kehendak biasanya disertai dengan usaha dan tindakan nyata yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Cara berkehendak ini mencakup dua aspek. Pertama, tentang apa yang kita kehendaki. Kedua, bagaimana cara mendapatkan apa yang kita kehendaki.
Tentang apa yang dikehendaki, mereka yang gagal biasanya punya banyak keinginan, tetapi tidak disertai dengan usaha dan tindakan nyata. Sedang orang yang sukses, lebih berorientasi pada tindakan. Agar tindakan efektif, kita perlu menetapkan lebih dulu apa yang sesungguhnya kita inginkan, kehendaki, dan butuhkan.
Keinginan saja tidak cukup. Karena itu, ubahlah keinginan menjadi kebutuhan. Maka kita pun akan segera termotivasi. Adanya kebutuhan bisa mendorong kita untuk segera memenuhinya. Kalau kebutuhan itu tidak dipenuhi, kita tidak akan merasa nyaman. Yang perlu diperhatikan, kebutuhan terhadap sesuatu pada hakikatnya bukanlah sesuatu yang berupa fisik tetapi manfaat psikologis yang melekat di dalam sesuatu yang dibutuhkan itu. Contohnya, kita membutuhkan rumah untuk keluarga. Yang dibutuhkan pada hakikatnya bukan bentuk fisik rumah itu sendiri, tetapi fungsi dan manfaat yang kita nikmati dengan memiliki rumah. Misalnya, merasa tenang, aman, nyaman, dan damai. Jadi, cara mewujudkan kehendak itu, salah satunya, dengan merasakan terlebih dulu manfaat terpenuhinya kebutuhan. Hadirkan perasaan tenang, aman, nyaman, dan damai ketika kita memulai dan menjalani usaha untuk mewujudkan kehendak kita.
Jangan terlalu melekat dengan sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan. Sebab, apabila gagal memenuhi kebutuhan itu, kita bisa kecewa. Kewajiban kita hanya berusaha, berhasil atau gagal tidak perlu dipikirkan , yang penting kita dapat menikmati seluruh usaha tersebut. Ketika kita mampu menikmati setiap keadaan, kita pun tidak akan merasa kecewa, sedih, marah, apalagi putus asa, ketika tujuan atau sasaran kita tidak tercapai. Cara berkehendak seperti itu, selain dapat membuat kita menikmati setiap momen dalam hidup ini, cepat atau lambat, kehendak kita kemungkinan besar akan terwujud.
CARA BERBICARA
Berbicara merupakan salah satu media untuk berkomunikasi, baik komunikasi dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Bagaimana cara kita berkomunikasi menjadi penentu apakah kita kelak akan berhasil atau gagal dalam kehidupan.
Komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal) sering kali kurang mendapat perhatian. Buktinya, kita sering mencari kursus untuk berbicara di depan umum (public speaking) daripada kursus untuk berbicara dengan diri sendiri. Cara kita berbicara dengan diri sendiri berpengaruh besar terhadap cara kita bertindak menghadapi orang lain atau suatu masalah.
Berbicara dengan diri sendiri (self-talk) mencerminkan pikiran bawah sadar yang berhubungan dengan konsep diri. Kalau isi pembicaraan pada diri sendiri banyak yang negatif, itu berarti konsep dirinya buruk. Konsep diri yang buruk akan mengakibatkan pencapaian yang tidak maksimal bahkan kegagalan.
CARA BERSIKAP
Sikap merupakan kecenderungan pikiran dan perasaan terhadap sesuatu. Sikap adalah pilihan kita. Sikap adalah keputusan kita. Kecenderungan batin itu dipengaruhi oleh keyakinan, nilai-nilai, dan harapan kita.
Sikap itu bisa positif dan negatif. Bersikap positif sama seperti ketika kita menggunakan kacamata yang terang. Kita akan melihat segala sesuatu yang ada diluar tampak jelas dan enak dilihat. Bersikap negatif sama seperti ketika kita berkacamata gelap. Kalau kita berkacamata gelap, bahkan di siang hari sekalipun, semua akan tampak gelap.
Bersikaplah positif terhadap segala hal agar kita menikmatinya. Jauhkan sikap negatif karena hal itu akan membuat kita melihat segala hal dengan perasaan tidak nyaman.
CARA BERTINDAK
Rencana hanya akan menjadi rencana jika tanpa disertai tindakan. Hanya dengan tindakanlah hasil dapat diperoleh. Sebagus apa pun suatu rencana, sebanyak apa pun suatu keinginan, sebanyak apa pun ilmu yang kita miliki, tanpa adanya jembatan antara dunia ide dengan dunia nyata. Tindakan dapat mengubah kehidupan agar dapat menjadi lebih baik, bahkan sekadar asal-asalan. Tanpa tindakan, tidak akan ada hasil. Jangan berharap kehidupan kita berubah kalau kita tidak bertindak untuk mengubah diri dan mengubah cara hidup kita menjadi lebih baik.
Setiap tindakan selalu membawa hasil. Hasil itu bisa menyenangkan tetapi juga bisa mengecewakan. Kadang, hasil tindakan dapat dilihat dalam waktu singkat, tetapi kadang membutuhkan waktu yang lama. Agar hasilnya maksima, tindakan yang kita pilih hendaknya selalu yang mendekatkan pada tujuan, konsisten, dan apabila diperlukan, dilakukan dengan segenap kemampuan, konsentrasi, dan ketekunan. Jika demikian, hasil yang kita inginkan tinggal menunggu waktu untuk dapat dinikmati.
Pencapaian kita saat ini merupakan hasil dari mindset kita. Kalau kita mau mengubah hasil di masa depan, dalam semua aspek kehidupan, kita perlu mengubah mindset kita mulai sekarang.

BELAJAR DARI ANAK ELANG
Boleh saja kita seperti anak elang yang berperilaku dan hidup seperti anak ayam. Akhirnya, mati pun sebagai anak ayam. Hati-hati dengan pandangan kita tentang diri kita sendiri.
Kecerdasan itu ada pada setiap orang. Hanya saja, banyak dari kita yang belum menyadarinya sehingga potensi tersebut kurang mendapat kesempatan untuk diaktualisasikan. Akibatnya, kualitas diri kita tidak berkembang secara maksimal.
Selama ini, kita memang kurang mengenal diri sendiri, dengan segala potensi yang telah dikaruniakan Tuhan.
MEMANFAATKAN INNER POWER ANDA
POTENSI JENIUS
Jenius itu hakikatnya adalah hasil sebuah ketekunan, jadi tidak datang tiba-tiba. Karakteristik orang jenius dapat dipelajari dari orang-orang yang kita sebut jenius, antara lain: memahami diri sendiri, menerima diri sendiri, menghargai diri sendiri, kemauan untuk terbuka dan menerima perubahan, berintensi (berminat), kritis, tidak terjebak oleh detail, mampu untuk fokus, bersosial, dan self-empowerment.
Kita memiliki potensi untuk menjadi seorang jenius. Untuk membangkitkan potensi jenius itu, kita perlu berusaha terus-menerus memanfaatkan kekuatan pikiran sebagai inner-power untuk merealisasikan tujuan serta visi kita.
PIKIRAN INEER POWER ANDA
Pikiran adalah aset potensial di dalam diri setiap orang. Pikiran terdiri dari dua bagian, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Berhati-hatilah dengan apa yang dipikirkan, karena apa yang yang kita pikirkan secara berulang, sadar atau tidak sadar, menjadi perintah bagi pikiran bawah sadar kita untuk membuat apa yang ada di pikiran menjadi kenyataan.
Jaga pikiran agar selalu segar dan membuahkan ide-ide positif. Hindari niat dan pikiran negatif. Sadar atau tidak, kita terikat oleh  banyak hukum dalam kehidupan ini. Salah satunya  adalah aturan pikiran. Penting  untuk memahami aturan pikiran agar kita dapat memberdayakannya.
8 aturan pikiran menurut Marshall Sylver :
a.      Apa yang diharapkan cenderung terjadi.
b.      Imajinasi lebih ampuh daripada pengetahuan.
c.      Setiap ide menghasilkan reaksi jasmaniah.
d.      Suatu keyakinann yang diprogram ke dalam pikiran bawah sadar akan tinggal di sana sampai digantikan oleh ide lain.
e.      Semakin besar upaya sadar, semakin berkuranglah respons bawah sadar.
f.       Tiap program baru dijadikan program-program berikutnya lebih mudah diterima.
g.      Tubuh kita akan menghasilkan apa yang diyakini pikiran kita.
h.      Pikiran kita mencari validasi untuk keyakinan-keyakinan sebelumnya.
            Ide yang mengandung muatan emosional selalu masuk di alam bawah sadar kita. Ide yang saling bertentangan seperti itu tidak bisa disatukan. Mana yang akan menang, kembali kepada keputusan dan pilihan kita sendiri.
            Citra mental yang positif atau negatif cenderung menjadi kenyataan. Kita perlu menjaga agar pikiran kita tetap positif. Kalau seseorang memiliki keyakinan bisa sukses, motivasinya menjadi kuat. Motivasi yang kuat membuat orang menjadi rajiin bekerja dan menghilangkan rasa malas.
            Gagasan negatif dapat menimbulkan perasaan negatif seperti stres. Perasaan yang negatif ini jika terjadi berulang-ulang akan berpengaruh terhadap kondisi fisik.
            Bersantai secara mental merupakan momentum untuk memberi tugas alam bawah sadar kita untuk menjalankan tugasnya. Ia merupakan mekanisme sukses otomatis.
IDENTITAS BUKU
JUDUL BUKU                           : SELF COACHING
PENGARANG                                       : Sugeng Widodo
PENERBIT                                : Mindset Pustaka
TAHUN TERBIT                        : Februari 2012
CETAKAN                                 : Pertama
KOTA TERBIT                           : Tangerang Selatan
TEBAL BUKU                            : 224 hal + cover

KEPUSTAKAAN
Widodo, Sugeng.2012.Self Coaching. Tangerang Selatan: Mindset Pustaka













Tidak ada komentar:

Posting Komentar