TUGAS AGAMA
tentang
RINGKASAN
BUKU MOTIVASI
OLEH
KHAIRIYATUL ISRA / 125010637
DOSEN
PEMBIMBING : WEDRIZON,S.Hi
JURUSAN
KEPERAWATAN GIGI BUKITTINGGI
POLTEKKES
KEMENKES RI PADANG
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir tentang “RINGKASAN
BUKU SELF COACHING” ini tanpa ada rintangan.
Shalawat
beserta salam tidak lupa pula penulis ucapkan kepada peranan tauladan kita
yakni Nabi Muhammad SAW yang telah membangun pondasi, dinding atau atap islam
sehingga menjadi agama yang kokoh yang tiada duanya.
Tidak lupa
penulis sampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kelancaran
dalam penyusunan tugas akhir ini.
Dalam penulisan
tugas akhir ini, pembaca pasti banyak menemukan berbagai kekurangan, oleh sebab
itu penulis berharap agar pembaca dapat memberikan kritikan dan saran yang
membangun agar bisa menjadikan tugas akhir ini sempurna dan agar menjadi amal
shaleh di hadapan Allah.
Terakhir
penulis berharap semoga makalah ini berguna dan membantu kita untuk
berkeinginan dalam membaca agar membangun bangsa Indonesia. Terima kasih.
Bukittinggi,
Desember 2012
Penulis
BAHAGIA DAN
SUKSES
Mayoritas orang menyatakan sukses dulu baru
bahagia. Hanya sebagian kecil yang memilih bahagia dulu baru sukses.
SUKSES DULU BARU BAHAGIA
“Sukses
adalah mendapatkan apa yang Anda inginkan; Kebahagiaan adalah keinginan yang
Anda dapatkan” . Pendapat ini membenarkan bahwa untuk sukses seolah kita mesti
mendapatkan apa yang kita inginkan. Keinginan tadi umunya bersifat materi,
seperti punya rumah, mobil, punya pasangan ideal, penghasilan tinggi, dan yang
lainnya. Kalau belum mendapatkan keinginan tersebut, kita berarti belum dapat
dikatakan sukses.
Sukses dianggap sebagai jembatan emas untuk
menikmati hidup bahagia. Itulah sebabnya, untuk mencapai kebahagiaan, sebagian
besar orang berjuang keras untuk mencapai sukses. Sebagian orang rela
mengorbankan harga diri, kesehatan, meninggalkan keluarga, dan melanggar
larangan agama untuk mendapatkan
kesuksesan. Dengan kesuksesan itu mereka berharap dapat menikmati hidup
bahagia.
Inilah kondisi Mindset kebanyakan orang tentang kebahagiaan. Kebahagiaan menjadi tujuan.
Agar berbahagia mesti sukses dulu. Lalu, kapan kita bisa berbahagia dalam hidup
ini, kalau keinginan kita belum terwujud ?
SUKSES =
BERBAHAGIA
Pendapat yang menyatakan “sukses sama dengan
bahagia” ini menekankan bahwa sukses dan bahagia seperti dua sisi mata uang.
Sukses sama dengan bahagia. Ketika kita sukses berarti kita juga merasa
bahagia, meskipun belum tentu setiap orang yang sukses otomatis merasa bahagia.
Apalagi kalau kesuksesan tersebut diperoleh dengan cara yang tidak benar. Orang
yang sukses mendapatkan keinginan punya rumah baru tetapi ibeli dari uang hasil
korupsi, mungkin bisa berbahagia, tetapi kebahagiaan yang dirasakan bersifat
semu.
Kebahagiaan semu timbul dari kesuksesan yang
diperoleh dengan cara yang tidak benar, seperti melanggar norma susila, hukum,
dan agama. Pada akhirnya “kesuksesan” tersebut justru menjadi sumber
penderitaan bagi dirinya sendiri di dunia dan di akhirat.
Hukum alam berlaku pada siapa pun. Segala sesuatu
yang diperoleh dengan cara yang tidak benar pasti mendapatkan hukuman yang
setimpal.
Pendapat “sukses sama engan bahagia” ini juga
tidak sepenuhnya benar, karena kalau kita percaya bahwa sukses juga berarti
bahagia, maka untuk bahagia kita mesti sukses lebih dahulu. Itu berarti kita tidak
bisa berbahagia sebelum mendapatkan kesuksesan. Lalu, kapan kita menikmati
kebahagiaan kalau kita belum sukses ?
BAHAGIA
DULU BARU SUKSES
Banyak orang tertipu. Mereka berjuang meraih
sukses agar bahagia. Padahal, kesuksesan tidak menjamin seseorang mendapatkan
kebahagiaan. Sebaliknya, kebahagiaanlah yang sesungguhnya membuat kita meraih
kesuksesan.
Kita perlu mengubah pendekatan dengan memutuskan
untuk berbahagia dulu baru sukses. Merasa bahagia dengan keadaan kita sekarang
sehingga dalam beraktivitas, bekerja, dan berkarya, kita akan lebih mudah
meraih sukses.
Kita tidak perlu menunggu
sukses dulu, dengan mendapatkan semua keinginan, baru merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak
berada di luar diri kita. Kebahagiaan tidak perlu dicari di luar diri kita.
Kebahagiaan (bahagia) itu adalah perasaan yang sudah ada di dalam diri setiap
orang. Perasaan bahagia ini kita perlukan sebagai modal awal untuk meraih
sukses-sukses kecil,dan kemudian sukses
lain yang lebih besar. Walaupun sesungguhnya, untuk menikmati kebahagiaan kita
tidak perlu meraih kesuksesan terlebih dahulu.
Apapun yang terjadi, kita
sebaiknya memutuskan untuk berbahagia lebih dulu. Dengan berbahagia, kita
justru akan lebih mudah meraih sukses dan segala sesuatu yang lebih bernilai di
kemudian hari.
HIDUP SEJAHTERA YANG
BERKAH
Panduan setiap orang
dalam mencari harta kekayaan, yang disimbolkan dengan uang, hendaknya tetap
berpedoman pada norma yang berlaku seperti norma agama, sosial, maupun hukum.
Tujuan orang bekerja umumnya ingin mendapat imbalan uang. Dengan uang seorang
bisa memiliki harta apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan. Pada hakikatnya,
tak ada seorang pun di dunia ini yang mau bekerja tanpa dibayar, walaupun
bentuk pembayaran tidak selalu berupa uang atau materi.
Uang bisa menjadi salah
satu motivasi yang kuat bagi seseorang. Tak peduli hujan atau panas, tak peduli
macet atau banjir, seseorang harus bekerja mendapatkan uang. Dengan uang itu,
kebutuhan hidup dapat dipenuhi, seperti kebutuhan makan, tempat tinggal,
pakaian, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Intinya, kehidupan yang
sejahtera lebih mudah diwujudkan dengan memiliki uang yang cukup. Uang bisa
membuat segalanya menjadi mudah, walaupun uang bukanlah segala-galanya.
Faktanya, tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Perasaan cinta, kebahagiaan,
persaudaraan, ataupun nilai-nilai yang lain adalah contoh yang tidak bisa
dibeli dengan uang.
BAHAYANYA ORIENTASI MATERI
Secara pribadi, kita pun
memiliki sasaran-sasaran yang ujung-ujungnya adalah uang. Motivasi semacam itu
sering kali efektif untuk memotivasi agar produktivitas kerja kita meningkat.
Orang yang menjadikan
uang sebagai tujuan utama cenderung mudah tergelincir melanggar peraturan,
hukum, dan norma lainnya. Orang yang gila harta, tujuan hidupnya hanya untuk
mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Ia bekerja pagi, siang, dan malam tanpa
mengenal lelah, bekerja, bekerja, dan bekerja, demi tercapainya target. Dirinya
sendiripun sering kali kurang mendapat perhatian. Kewajiban kepada Tuhan
terabaikan, sarapan tidak sempat, istirahat kurang, makan menjadi tidak teratur
dan tidak terkontrol, tidak ada waktu bersosialisasi di lingkungan masyarakat,
bahkan bertemu dengan keluarga pun waktunya sangat terbatas. Jika demikian,
kekayaan berupa uang, harta benda, dan jabatan tinggi yang sudah digenggam, tidak
akan membawa berkah.
Lalu, apa gunanya uang
yang dikumpulkan selama ini kalau setelah diperoleh hanya dibuang untuk biaya
perawatan kesehatan, menguap sia-sia, dan tidak dapat dinikmati. Bahkan hidup
tidak menjadi lebih baik tapi lebih buruk dalam perspektif spiritual.
ORIENTASI SPIRITUAL
Uang bukanlah
satu-satunya sumber motivasi. Banyak sumber motivasi lain yang bisa digunakan
untuk mendongkrak produktivitas kita.
Orang yang berorientasi pada
materi, apabila tidak memperoleh materi yang diinginkannya, semangatnya pun
akan turun dan akhirnya tidak lagi termotivasi. Sedangkan orang yang
berorientasi pada nilai-nilai spiritual, motivasinya cenderungnya lebih
konsisten. Ia bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan uang . uang hanya
diposisikan sebagai konsekuensi logis atau hak yang diterima sesuai dengan
nilai kontribusi yang telah diberikan. Uang juga dipandang sebagai ukuran
tingkat kompetensi yang dimilikinya.
Kesejahteraan tidak
tergantung pada materi yang dimiliki, tetapi tergantung bagaimana seseorang
menyadarkan hidupnya kepada Tuhan. Kesejahteraan itu dapat dirasakan dengan
banyak bersyukur kepada Tuhan.
HIDUP ANDA ADALAH APA
YANG ANDA PIKIRKAN
“Apa yang Anda bayangkan
dalam pikiran cenderung menjadi kenyataan”. Pikiran itu identik dengan kesadaran,
dan atas dasar kesadaran itulah kita menjalani hidup. Seseorang yang tidak
sadar pada hakikatnya sama seperti orang yang telah meninggal.
Kita menjalani hidup ini
dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tidakan. Pikiran berhubungan dengan
perasaan dan tubuh. Sedangkan gerak tubuh mencerminkan tindakan. Semua yang
kita lakukan dan hasilkan berawal dari pikiran.
PROSES BERPIKIR
Proses berpikir dimulai
dengan adanya ransangan dari luar yang masuk ke pancaindra dan diterima oleh
pikiran. Ransangan yang masuk ke pikiran disaring dan dicocokkan dengan
metaprogram dan historical file.
Metaprogram adalah program tak terlihat dalam pikiran yang di antaranya
meliputi kepercayaan, nilai-nilai, dan presepsi. Historical file merupakan pengalaman di masa lalu dalam berbagai
bentuknya yang terekam dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar.
Dalam mengelola informasi
atau ransangan, pikiran juga dipengaruhi oleh aspek fisiologis seperti posisi
dan gerak tubuh. Dan hasil pengolahan informasi itulah kemudian muncul respons
seperti ide, perasaan, dan sikap yang terwujud dalam bentuk tindakan. Respons
yang terbaik, Anda sendiri yang paling tau.
DUALISME PIKIRAN
Manusia memiliki satu
pikiran yang mengandung 2 dimensi, yaitu pikiran
sadar yang berfungsi untuk menangkap, menganalisis, dan menyimpulkan suatu
informasi yang nantinya menjadi perintah bagi pikiran bawah sadar. Sedangkan pikiran bawah sadar merupakan suatu
sistem operasi dalam tubuh manusia, baik yang bersifat mental maupun
organibiologis.
informasi yang baik akan
menghasilkan respons yang baik. Sebaliknya informasi yang buruk akan
menghasilkan respons yang buruk pula. Perhatikan 2 perbedaan mencolok antara
preman dengan ustad. Seorang preman kehidupan sehari-harinya membiarkan
informasi yang masuk ke dalam pikiran sadar, dan semakin lama informasi itu
diterima oleh pikiran bawah sadar sehingga menjadi sebuah keyakinan,
nilai-nilai, dan identitas dirinya. Perilaku sang preman tentu lebih banyak
bersifat tidak baik atau buruk. Lain halnyadengan ustad, sehari-hari
kegiatannya membaca kitab suci, buku agama, berdakwah. Wajar kalau kemudian
ucapan, sikap, dan tindakannya mencerminkan kebaikan.
Intinya, bagaimana kita
menjalani hidup ini sangat dipengaruhi oleh apa yang kita masukkan ke dalam
pikiran kita dengan informasi yang baik. Karena itu, isilah pikiran kita dengan
informasi yang baik, maka ucapan, sikap, dan tindakan kita pun akan memancarkan
kebaikan. Pada gilirannya, kehidupan yang baik pasti dapat diwujudkan.
MEMAKNAI HIDUP
Setiap orang sering kali
berpikir mengapa hidup ini selalu saja ada masalah . masalah yang satu selesai,
timbul masalah lagi, bahkan masalah yang sama pun muncul lagi . ternyata
sebagian orang tersebut mendefinisikan hidupnya dengan menulis “Hidup adalah
rangkaian mengatasi masalah.” Jadi, dengan definisi seperti itu wajarlah kalau
ia sering menghadapi masalah.
Mendefinisikan arti hidup
umumnya menggambarkan tentang kehidupan yang kita jalani. Jika kita ingin
mengubah bagaimana kita menjalani hidup ini, maka mulailah dengan mengubah apa
arti hidup itu menurut kita.
Apapun definisi kita,
tidak ada yang salah atau benar, karena itulah gambaran hidup kita selama ini.
Bagaimana kita menjalani hidup ini tercermin pada definisi yang kita tulis.
Jika kita mendefinisikan “hidup adalah perjuangan”, sepanjang hidup kita akan
merasa berjuang terus. Kalau kita menikmati perjuangan itu, tidak masalah.
Tetapi, kalau perjuangan itu menjadi beban sehingga kita tidak bisa menikmati
hidup ini, sebaiknya definisi tersebut diubah.
REDEFINISI ARTI HIDUP
Hidup adalah anugrah
Allah yang mesti kita syukuri
Hidup adalah sesuatu yang
berharga
Hidup akan terasa lebih
nikmat. Bagaimanapun keadaan kita sekarang, tetaplah bersyukur kepada Allah,
meskipun kita kurang beruntung karena menjalani hidup yang sederhana. Barangkali
kita juga sudah lama berjuang keras untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,
namun belum berhasil, bahkan sedang menghadapi masalah berat dan belum
terselesaikan.
Tetaplah bersyukur kepada
Allah. Syukur adalah kunci pembuka pintu pertumbuhan diri dalam segala aspek
kehidupan, baik intelektual, sosial, ekonomi, dan spiritual. Banyak sekali
anugrah Allah yang dapat kita nikmati. Satu diantaranya adalah hidup. Selama
roh kita masih melekat di jasad, kita punya banyak peluang untuk memperbaiki
keadaan.
Apapun yang terjadi pasti
di dalamnya terdapat maksud baik. Kita harus mampu menemukan maksud baik itu di
balik kejadian yang tidak kita inginkan. Dengan cara itu, kita akan lebih mudah
menerima kenyataan bagaimanapun pahitnya.
Cara yang sederhana untuk
mengubah kehidupan kita adalah dengan menulis kembali makna hidup seperti yang
kita inginkan. Yang kita tulis adalah cermin pikiran bawah sadar yang menjadi blue print hidup kita. Dengan menulis
arti hidup yang baru, berarti kita mendidik pikiran bawah sadar untuk
mewujudkan “model” kehidupan baru yang kita inginkan. Melalui proses menulis
itu kita sesungguhnya sedang memberi perintah kepada pikiran bawah sadar. Selanjutnya, apabila perintah tadi sudah
diterima oleh pikiran bawah sadar, sikap dan tindakan kita pun akan menjadi
berorientasi pada terwujudnya kehidupan yang kita lewati.
Keinginan itu harus
tunduk kepada kehendak Tuhan. Karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk
mengabdi kepadaTuhan dngan ikhlas. Selama kita konsisten pada jalur pengabdian
kepada Sang Khalik, Dia pasti menjamin kita dengan memberikan kehidupan yang
baik.
SEKARANG ANDA SUDAH KAYA
Sesungguhnya setiap orang
memiliki aset yang jika dinilai dengan rupiah tak terhitung jumlahnya. Dengan
aset pribadi yang dimiliki saat ini, setiap orang layak mendapatkan yang
terbaik dalam hidupnya. Sayangnya,
sebagian besar orang belum menyadari fakta ini dan akhirnya aset yang besar itu
cenderung diabaikan begitu saja.
Semua yang kita capai dan
kita miliki menjadi tidak bernilai di dunia ini kalau kita tidak hidup. Hanya
karya, yang dalam bahasa agama disebut amal ibadah, kitalah yang bisa menjadi
teman dalam kehidupan setelah kematian. Bagaimana pun keadaannya, sepanjang
kita masih hidup, kita wajib bersyukur kepada Tuhan. Karena hidup adalah bagian
dari anugerah kekayaan yang tak ternilai bagi kita.
Jadi, rasanya tidak ada
alasan lagi untuk merasa berkecil hati, tidak percaya diri, merasa kurang
beruntung, stres, dan sebagainya. Fakta membuktikan bahwa banyak potensidalam
diri kita. Semua potensi itu merupakan aset yang nilai ekonomisnya bukan
sekadar jutaan rupiah, miliaran rupiah, bahkan bisa tak terhingga nilainya,
tergantung kita memaknainya.
TUBUH YANG SEHAT DAN KESEMPATAN
Kekayaan kedua kita
adalah kesehatan dan kesempatan. Tak seorang pun yang membatah bahwa biaya
perawatan di rumah sakit saat ini tergolong tinggi. Jika kita sakit dan dirawat
di rumah sakit. Semua yang ada di dalam diri kita sungguh tak bernilai
harganya.
Coba bayangkan kalau
fungsi otak kita diambil oleh Tuhan. Mungkin karena suatu kecelakaan kita
mengalami kerusakan di bagian otak sehingga otak itu tidak lagi berfungsi
secara normal. Apa yang terjadi ? mungkin saraf-saraf tubuh kita rusak dan
kemudian mengakibatkan bagian-bagian tubuh kita menjadi tidak berfungsi dengan
baik. Hidup kita pun menjadi tidak berguna seperti yang kita inginkan. Artinya,
berapa nilai otak kita? Tentu kita setuju kalau dikatakan bahwa nilai otak kita
sungguh luar biasa. Tak seorang pun yang berakal sehat mau ditukar otaknya
dengan apapun di dunia ini.
Jika tubuh sehat, banyak
kesempatan terbuka bagi kita untuk melakukan apa pun yang kita inginkan.
Kesempatan mencari nafkah untuk keluarga. Kesempatan untuk belajar meningkatkan
keahlian dan kompetensi. Kesempatan menyiapkan bekal di akhirat melalui prestasi ibadah. Kesempatan untuk
bercinta dengan kekasih. Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kesempatan menikmati hobi, dan masih banyak kesempatan lain.
MENTAL DAN SPIRITUAL
Kalau aspek fisik dalam
organ tubuh yang kelihatan saja begitu tinggi nilainya, apalagi yang tidak
tampak, seperti pikiran, perasaan, dan kesadaran spiritual. Banyak hal yang
tidak tampak oleh mata tetapi perannya sangat besar dalam hidup kita.
Sayangnya, karena hal-hal yang tidak tampak itu menjadi bagian dari hidup kita,
yang sudah biasa kita alami, kita pun cenderung kurang memperhatikannya.
Padahal, segala sesuatu yang tidak tampak itu boleh jadi kekuatannya justru
sangat dahsyat.
Percaya akan keberadaan
Tuhan, kehadiran Tuhan dalam hidup kita dan di alam ini sungguh mutlak dan
penentu segala-galanya. Banyak pakar di
bidang pengembangan diri mengungkapkan betapa pikiran memiliki kekuatan yang
besar. Salah satu Kekuatan pikiran adalah kekuatan daya tarik. Jika kita
memiliki suatu ide maka ide itu akan menarik segala sesuatu yang sesuai dengan
ide tersebut.
Perasaan adalah sesuatu
yang tak kelihatan (intangible) ,
tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat. Pikiran dan perasaan yang dikelola
dengan baik akan menjadi kekuatan untuk meraih banyak hal yang kita inginkan.
Sebaliknya, apabila kita tidak mengelola dengan baik pikiran dan perasaan kita,
otomatis kita pun akan mudah dikendalikan oleh pikiran dan perasaan yang
mungkin justru dapat merugikan kita sendiri.
Aspek lain yang tidak
dapat diremehkan adalah aspek spiritual dalam diri kita. Kesadaran kita untuk
memaknai apa yang kita miliki, kita lakukan, dan apa yang ada di lingkungan,
ikut menentukan apakah kita dapat menikmati hidup ini atau tidak. Secara
faktual, motivasi yang memiliki kekuatan sangat besar untuk mengubah hidup kita
adalah motivasi yang bersumber dari nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai
spiritual bisa bersumber dari manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai spiritual
memang tidak selalu berhubungan dengan agama. Tetapi, nilai-nilai spiritual
yang dapat menjamin hidup kita menjadi lebih baik dan berbahagia adalah
nilai-nilai spiritual yang dikaitkan dengan keberadaan Tuhan.
Pikiran, perasaan, dan
spiritualitas merupakan aset potensial yang dapat kita gunakan untuk
meningkatkan level kehidupan kita menjadi lebih baik. Semua tergantung pada
kita masing-masing. Mau atau tidak, bisa atau tidak, menggunakan semua aset itu
untuk beranjak dari keadaan yang lebih baik lagi.
PENGALAMAN DAN JARINGAN SOSIAL
Perjalanan hidup dengan
aneka bentuk pengalaman maupun hubungan sosial sesungguhnya juga bagian dari
kekayaan yang dapat dijadikan modal untuk meraih masa depan gemilang.
“Pengalaman adalah guru
yang paling baik”. Pengalaman hidup bertahun-tahun sesungguhnya merupakan
tabungan yang bernilai tinggi. Tabungan itu bisa berupa pengetahuan,
keterampilan, maupun teman.
Tabungan yang bersumber
dari pengalaman itu dapat menjadi petunjuk serta modal untuk mendapatkan apa
yang kita inginkan. Kabar bainya, kita pun bisa belajar dari pengalaman orang
lain, entah itu teman, atasan, maupun keluarga kita. Dengan belajar dari
pengalaman orang lain, kita bisa mempersingkat waktu karna tidak perlu
mengalami sendiri dalam kurun waktu yang panjang. Bahkan, kita pun bisa
menghemat energi dan usia kita untuk hal-hal yang lebih penting.
Secara spesifik, perlu
kita tekankan bahwa pentingnya modal sosial atau jaringan sosial bagi kita.
Intinya, untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memperbaiki kondisi ekonomi,
kita membutuhkan modal sosial yaitu, pertama, jaringan sosial berupa nama-nama
yang telah kita kenal. Kedua, kemampuan kita mengembangkan jaringan sosial tersebut. Jika kita mampu meningkatkan
dan memberdayakan secara efektif modal sosial yang menjadi bagian kekayaan
kita, keberhasilan tinggal menunggu waktu saja.
ANDA LAYAK MENDAPATKAN YANG TERBAIK
Fakta-fakta yang ada di
dalam diri maupun di sekitar kita menunjukkan bahwa sesungguhnya setiap orang
dan kita semua adalah orang kaya. jika masih merasa berat hati menerima
pernyataan di atas, mungkin kita lebih setuju dengan pernyataan : setiap orang
berpotensi menjadi orang kaya.
Dengan segala potensi
yang kita miliki, sungguh kita layak dan sangat layak menjadi orang hebat dan
memiliki level kesejahteraan yang baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Untuk
mewujudkannya, memang tidak semudah membalikkan tangan, tetapi diperlukan
usaha, waktu, kemampuan, dan kerja keras.
Itu juga berarti tidak
alasan bagi kita untuk merasa tidak punya modal, tidak punya bakat, bahkan
tidak boleh ada perasaan sedikit pun dalam diri kita bahwa kita tidak layak
mendapatkan kehidupan yang baik. Kita punya hak, potensi, dan kesempatan yang
sama untuk meraih kehidupan yang baik bagi diri maupun keluarga. Ingat, kita
semua orang kaya, setidaknya berpotensi menjadi orang kaya, layak mendapatkan
yang terbaik dalam hidup ini.
Mulai sekarang, kita
perlu mengganti citra diri yang sebelumnya negatif dan tidak mendukung, dengan
citra diri baru yang positif. Citra diri sebagai orang yang layak, sejahtera,
dan bahagia. Dengan kata lain, kita harus memandang diri kita sendiri sebagai
orang yang memiliki kemampuan menjadi orang yang hidup bahagia, orang sukses,
dan orang yang hidup sejahtera. Tidak boleh ada lagi pikiran, perasaan, dan
pandangan negatif terhadap diri sendiri.
Singkatnya, kita harus
berdamai dengan diri sendiri dulu. Kita harus memaafkan diri kita sendiri yang
selama ini telah memandang diri sendiri secara negatif. Juga, memaafkan orang
lain yang selama ini telah meremehkan kita. Lupakan semua pengalaman negatif di
masa lalu.
Sekarang saatnya kita menyadari
bahwa diri kita adalah orang berpotensi untuk menjadi orang sukses, kaya, dan
terhormat. Anda layak mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini termasuk
kekayaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Kekayaan yang sesungguhnya bukanlah
kaya harta tetapi kaya hati.
KUNCINYA PADA MINDSET
Kebebasan memilih jalan
hidup telah diberikan Allah kepada setiap manusia. Mau memiliki apa atau mau
menjadi siapa, semua diserahkan sepenuhnya kepada kita. Semua potensi dan
sumber daya juga telah diberikan oleh Allah kepada semua hamba-Nya. Lalu,
mengapa ada yang berhasil mewujudkan impiannya, tetapi banyak pula yang gagal ?
Apa yang membedakan orang
yang satu dengan yang lainnya, orang yang berhasil dan orang yang gagal.
Perbedaan itu intinya terletak pada mindset. Mindset pada hakikatnya adalah
kepercayaan. Kepercayaan dimulai dari hal-hal yang dianggap benar oleh pikiran
sadar dan kemudian diterima oleh pikiran bawah sadar. Pikiran sadar dan pikiran
bawah sadar adalah satu pikiran, meskipun fungsinya berbeda. Pikiran merupakan
satu kesatuan sistem organisme dalam tubuh kita yang saling memengaruhi.
Mindset itu tercermin
dalam cara berpikir, cara berperasaan, cara berkehendak, cara berbicara, cara
bersikap, dan cara bertindak. Gabungan semua itulah yang memengaruhi hasil yang
kita capai dan menjadi siapa diri kita.
CARA BERPIKIR
Untuk mengubah hasil yang
dicapai, kita bisa melakukannya dengan mengubah respons kita terhadap suatu
peristiwa atau objek. Apapun yang kita
capai sekarang merupakan hasil mindset
kita di masa lalu. Tepatnya, hasil dari respons-respons pikiran kita terhadap
berbagai peristiwa di masa lalu. Respons kita terhadap pekerjaan, belajar,
tanggung jawab, kewajiban, amanah, kepercayaan orang lain, kesulitan,
kegagalan, dan segala macam pengalaman yang terjadi di masa lalu.
Ubahlah respons. Respons
yang berbeda akan menghasilkan outcome
yang berbeda. Yang perlu diingat, semua peristiwa bersifat netral. Yang
menentukan hasilnya nanti adalah respons yang kita berikan terhadap peristiwa
tersebut. Jadi, bukan peristiwa itu sendiri. Peristiwa sama, respons sama ,
hasilnya juga sama. Peristiwa sama, respons beda, hasilnya akan berbeda.
Bagaimanapun keadaan kita
sekarang, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya. Berikanlah
respons yang positif, kemudian sukses, sejahtera, dan bahagia pasti bisa kita
raih.
CARA BERPERASAAN
Selain cara berpikir,
cara mengelola perasaan sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. dokter
yang suka merokok banyak kita jumpai di masyarakat. Walaupun sang dokter paham
bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan, tetapi tetap saja ia merokok.
Mengapa? Karena ia mendapatkan kenikmatan tertentu ketika merokok. Akibatnya,
karena mengelola perasaan dengan tidak tepat, ia akan membayar dengan harga
mahal berupa sakit jantung. Berbeda ketika dia menghendaki mendapat kenikmatan
yang sama dengan kegiatan yang berbeda dan bukan merokok, maka risiko sakit
jantung yang disebabkan rokok bisa dihindari.
Cara berperasaan yang
salah dapat terlihat pada kasus seorang tukang becak yang ditemukan meninggal
gantung diri karena stres. Ia tidak kuat menanggung beban hidup. Tiap hari ia
dimarahi istrinya karena penghasilannya dari menarik becak per hari hanya
sekitar Rp. 15 ribu sehingga tidak cukup untuk biaya sekolah anak dan biaya
hidup sehari-hari.
CARA BERKEHENDAK
Kehendak adalah kemauan
yang kuat untuk mendapat atau melakukan sesuatu. Kehendak biasanya disertai
dengan usaha dan tindakan nyata yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Cara
berkehendak ini mencakup dua aspek. Pertama, tentang apa yang kita kehendaki.
Kedua, bagaimana cara mendapatkan apa yang kita kehendaki.
Tentang apa yang
dikehendaki, mereka yang gagal biasanya punya banyak keinginan, tetapi tidak
disertai dengan usaha dan tindakan nyata. Sedang orang yang sukses, lebih
berorientasi pada tindakan. Agar tindakan efektif, kita perlu menetapkan lebih
dulu apa yang sesungguhnya kita inginkan, kehendaki, dan butuhkan.
Keinginan saja tidak
cukup. Karena itu, ubahlah keinginan menjadi kebutuhan. Maka kita pun akan
segera termotivasi. Adanya kebutuhan bisa mendorong kita untuk segera
memenuhinya. Kalau kebutuhan itu tidak dipenuhi, kita tidak akan merasa nyaman.
Yang perlu diperhatikan, kebutuhan terhadap sesuatu pada hakikatnya bukanlah
sesuatu yang berupa fisik tetapi manfaat psikologis yang melekat di dalam
sesuatu yang dibutuhkan itu. Contohnya, kita membutuhkan rumah untuk keluarga.
Yang dibutuhkan pada hakikatnya bukan bentuk fisik rumah itu sendiri, tetapi
fungsi dan manfaat yang kita nikmati dengan memiliki rumah. Misalnya, merasa tenang,
aman, nyaman, dan damai. Jadi, cara mewujudkan kehendak itu, salah satunya,
dengan merasakan terlebih dulu manfaat terpenuhinya kebutuhan. Hadirkan
perasaan tenang, aman, nyaman, dan damai ketika kita memulai dan menjalani
usaha untuk mewujudkan kehendak kita.
Jangan terlalu melekat
dengan sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan. Sebab, apabila gagal memenuhi
kebutuhan itu, kita bisa kecewa. Kewajiban kita hanya berusaha, berhasil atau
gagal tidak perlu dipikirkan , yang penting kita dapat menikmati seluruh usaha
tersebut. Ketika kita mampu menikmati setiap keadaan, kita pun tidak akan
merasa kecewa, sedih, marah, apalagi putus asa, ketika tujuan atau sasaran kita
tidak tercapai. Cara berkehendak seperti itu, selain dapat membuat kita
menikmati setiap momen dalam hidup ini, cepat atau lambat, kehendak kita
kemungkinan besar akan terwujud.
CARA BERBICARA
Berbicara merupakan salah
satu media untuk berkomunikasi, baik komunikasi dengan diri sendiri maupun
dengan orang lain. Bagaimana cara kita berkomunikasi menjadi penentu apakah
kita kelak akan berhasil atau gagal dalam kehidupan.
Komunikasi dengan diri
sendiri (intrapersonal) sering kali kurang mendapat perhatian. Buktinya, kita
sering mencari kursus untuk berbicara di depan umum (public speaking) daripada kursus untuk berbicara dengan diri
sendiri. Cara kita berbicara dengan diri sendiri berpengaruh besar terhadap
cara kita bertindak menghadapi orang lain atau suatu masalah.
Berbicara dengan diri
sendiri (self-talk) mencerminkan pikiran bawah sadar yang berhubungan dengan
konsep diri. Kalau isi pembicaraan pada diri sendiri banyak yang negatif, itu
berarti konsep dirinya buruk. Konsep diri yang buruk akan mengakibatkan
pencapaian yang tidak maksimal bahkan kegagalan.
CARA BERSIKAP
Sikap merupakan kecenderungan
pikiran dan perasaan terhadap sesuatu. Sikap adalah pilihan kita. Sikap adalah
keputusan kita. Kecenderungan batin itu dipengaruhi oleh keyakinan,
nilai-nilai, dan harapan kita.
Sikap itu bisa positif
dan negatif. Bersikap positif sama seperti ketika kita menggunakan kacamata
yang terang. Kita akan melihat segala sesuatu yang ada diluar tampak jelas dan
enak dilihat. Bersikap negatif sama seperti ketika kita berkacamata gelap.
Kalau kita berkacamata gelap, bahkan di siang hari sekalipun, semua akan tampak
gelap.
Bersikaplah positif
terhadap segala hal agar kita menikmatinya. Jauhkan sikap negatif karena hal
itu akan membuat kita melihat segala hal dengan perasaan tidak nyaman.
CARA BERTINDAK
Rencana hanya akan
menjadi rencana jika tanpa disertai tindakan. Hanya dengan tindakanlah hasil
dapat diperoleh. Sebagus apa pun suatu rencana, sebanyak apa pun suatu
keinginan, sebanyak apa pun ilmu yang kita miliki, tanpa adanya jembatan antara
dunia ide dengan dunia nyata. Tindakan dapat mengubah kehidupan agar dapat
menjadi lebih baik, bahkan sekadar asal-asalan. Tanpa tindakan, tidak akan ada
hasil. Jangan berharap kehidupan kita berubah kalau kita tidak bertindak untuk
mengubah diri dan mengubah cara hidup kita menjadi lebih baik.
Setiap tindakan selalu
membawa hasil. Hasil itu bisa menyenangkan tetapi juga bisa mengecewakan.
Kadang, hasil tindakan dapat dilihat dalam waktu singkat, tetapi kadang
membutuhkan waktu yang lama. Agar hasilnya maksima, tindakan yang kita pilih
hendaknya selalu yang mendekatkan pada tujuan, konsisten, dan apabila
diperlukan, dilakukan dengan segenap kemampuan, konsentrasi, dan ketekunan.
Jika demikian, hasil yang kita inginkan tinggal menunggu waktu untuk dapat
dinikmati.
Pencapaian kita saat ini
merupakan hasil dari mindset kita. Kalau kita mau mengubah hasil di masa depan,
dalam semua aspek kehidupan, kita perlu mengubah mindset kita mulai sekarang.
BELAJAR DARI ANAK ELANG
Boleh saja kita seperti
anak elang yang berperilaku dan hidup seperti anak ayam. Akhirnya, mati pun sebagai
anak ayam. Hati-hati dengan pandangan kita tentang diri kita sendiri.
Kecerdasan itu ada pada
setiap orang. Hanya saja, banyak dari kita yang belum menyadarinya sehingga
potensi tersebut kurang mendapat kesempatan untuk diaktualisasikan. Akibatnya,
kualitas diri kita tidak berkembang secara maksimal.
Selama ini, kita memang
kurang mengenal diri sendiri, dengan segala potensi yang telah dikaruniakan
Tuhan.
MEMANFAATKAN INNER POWER ANDA
POTENSI JENIUS
Jenius itu hakikatnya
adalah hasil sebuah ketekunan, jadi tidak datang tiba-tiba. Karakteristik orang
jenius dapat dipelajari dari orang-orang yang kita sebut jenius, antara lain:
memahami diri sendiri, menerima diri sendiri, menghargai diri sendiri, kemauan
untuk terbuka dan menerima perubahan, berintensi (berminat), kritis, tidak
terjebak oleh detail, mampu untuk fokus, bersosial, dan self-empowerment.
Kita memiliki potensi
untuk menjadi seorang jenius. Untuk membangkitkan potensi jenius itu, kita
perlu berusaha terus-menerus memanfaatkan kekuatan pikiran sebagai inner-power untuk merealisasikan tujuan
serta visi kita.
PIKIRAN INEER POWER ANDA
Pikiran adalah aset
potensial di dalam diri setiap orang. Pikiran terdiri dari dua bagian, pikiran
sadar dan pikiran bawah sadar. Berhati-hatilah dengan apa yang dipikirkan,
karena apa yang yang kita pikirkan secara berulang, sadar atau tidak sadar,
menjadi perintah bagi pikiran bawah sadar kita untuk membuat apa yang ada di
pikiran menjadi kenyataan.
Jaga pikiran agar selalu
segar dan membuahkan ide-ide positif. Hindari niat dan pikiran negatif. Sadar
atau tidak, kita terikat oleh banyak
hukum dalam kehidupan ini. Salah satunya
adalah aturan pikiran. Penting
untuk memahami aturan pikiran agar kita dapat memberdayakannya.
8 aturan pikiran menurut
Marshall Sylver :
a.
Apa yang diharapkan cenderung terjadi.
b.
Imajinasi lebih ampuh daripada pengetahuan.
c.
Setiap ide menghasilkan reaksi jasmaniah.
d.
Suatu keyakinann yang diprogram ke dalam pikiran bawah sadar akan
tinggal di sana sampai digantikan oleh ide lain.
e.
Semakin besar upaya sadar, semakin berkuranglah respons bawah
sadar.
f.
Tiap program baru dijadikan program-program berikutnya lebih mudah
diterima.
g.
Tubuh kita akan menghasilkan apa yang diyakini pikiran kita.
h.
Pikiran kita mencari validasi untuk keyakinan-keyakinan sebelumnya.
Ide
yang mengandung muatan emosional selalu masuk di alam bawah sadar kita. Ide
yang saling bertentangan seperti itu tidak bisa disatukan. Mana yang akan
menang, kembali kepada keputusan dan pilihan kita sendiri.
Citra
mental yang positif atau negatif cenderung menjadi kenyataan. Kita perlu
menjaga agar pikiran kita tetap positif. Kalau seseorang memiliki keyakinan
bisa sukses, motivasinya menjadi kuat. Motivasi yang kuat membuat orang menjadi
rajiin bekerja dan menghilangkan rasa malas.
Gagasan
negatif dapat menimbulkan perasaan negatif seperti stres. Perasaan yang negatif
ini jika terjadi berulang-ulang akan berpengaruh terhadap kondisi fisik.
Bersantai
secara mental merupakan momentum untuk memberi tugas alam bawah sadar kita
untuk menjalankan tugasnya. Ia merupakan mekanisme sukses otomatis.
IDENTITAS BUKU
JUDUL
BUKU
: SELF COACHING
PENGARANG : Sugeng Widodo
PENERBIT
: Mindset Pustaka
TAHUN
TERBIT : Februari 2012
CETAKAN
: Pertama
KOTA
TERBIT
: Tangerang Selatan
TEBAL
BUKU : 224 hal + cover
KEPUSTAKAAN
Widodo, Sugeng.2012.Self
Coaching. Tangerang Selatan: Mindset Pustaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar